Tampilkan postingan dengan label Philosophy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Philosophy. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Desember 2013

Elegi Perbincangan Para Banyak

Dian Permatasari
10313244018
Pendidikan Matematika Internasional


Setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda – beda. Suatu permasalahan yang sama apabila dipandang oleh orang yang berbeda dan dari sudut pandang yang berbeda pula, maka permasalahan tersebut akan menajdi berbeda pula. Untuk menghadapi suatu permasalahan diperlukan kejernihan dalam berpikir dan bertindak, tidak boleh asal bertindak tanpa dilandasi oleh pikiran yang jernih dan melihat situasi. Apa yang dipikirkan oleh manusia itu terkadang belum tentu sama dengan yang ada dalam kenyataan.

Elegi Menggapai Tidak Sesat

Dian Permatasari
10313244018
Pendidikan Matematika Internasional


Makna dari filsafat adalah olah pikir yang refleksif. Apabila filsafat hanya diartikan sebagai kegiatan refleksi maka hal tersebut merupakan salah satu awal indikasi pereduksian filsafat. Filsafat juga olah pikir, saat melakukan refleksi tersebut kita juga melakukan olah pikir, berpikir tentang apa yang sedang, akan, telah kita refleksi. Oleh karena itu, agar kita dapat berefleksi dengan baik, kita harus senantiasa memperbanyak pemahaman kita melalui membaca referensi mengenai filsafat. 

The Implication Of Piaget's Work to Mathematics Education

Dian Permatasari
10313244018
Pendidikan Matematika Internasional

Siswa belajar matematika secara bertahap sesuai atau mengikuti perkembangan kemampuannya. Mereka belajar dengan sendirinya dari hasil interaksi dengan lingkungan, ternyata mereka bisa melakukannya dengan menggunakan cara dan untuk mereka sendiri. Anak-anak pada dasarnya dapat menciptakan pengetahuan tentang matematikanya sendiri melalui kehidupan sehari-hari mereka, namun masih ada suatu masalah yang membatasi atau bisa dikatakan menghambat mereka untuk menemukan jawaban-jawaban dari masalah yang mereka temukan pada setiap tahapnya. Maka dari itu, di sini sangat diperlukan peran serta guru dalam membantu mereka untuk memecahkan masalah mereka.

elegi mengenal jargon

Dian Permatasari
10313244018
Pendidikan Matematika Internasional


Jargon adalah istilah khusus dalam sebuah bidang keilmuan tertentu. Terkadang orang tidak mampu untuk memahami apa sebenarnya maksud dari suatu pernyataan yang mengandung jargon khusus, sehingga penggunaan jargon terkadang dapat membuat kesalahan persepsi si pendengar atau pembaca. Karena jargon merupakan istilah khusus di suatu bidang ilmu khusus. Jadi yang memahami maksud jargon hanyalah orang yang ahli dalam bidang tersebut, menekuni bidang itu, atau yang sedang mempelajari bidang tersebut. Namun, seorang pembelajar biasa bisa saja memahami jargon-jargon khusus bidang keilmuan tertentu. Hal tersebut dkarenakan kemampuan itu didapatnya dari proses belajar. Seorang pembelajar yang tekun dan gigih akan berkelana mengarungi segala batas bidang keilmuan untuk mendapatkan ilmu. Melalui berbagai pengalaman membaca dan mengeksplorasi referensi dia akan mendapatkan ilmu yang sangat berarti. 

Jargon Pengakuan Subyek Belajar Filsafat

Dian Permatasari
10313244018
Pendidikan Matematika Internasional


Mempelajari filsafat memang sulit. Namum, itulah tantangan dalam belajar, yaitu tidak langsung bisa, perlu proses dalam belajar. Tidak ada kesalahan dalam berfilsafat. Setiap orang mempunyai filsafat atau olah pikirnya masing-masih tergantung bagaimana kita menterjemahkan. Filsafat itu hidup, dan hidup merupakan filsafat. Filsafat itu bukan hanya sebagai mata kuliah saja, namun banyak hal yang dapat kita petik ketika kita berusaha merefleksikannya dalam kehidupan.

Elegi perbincangan para tepat

Dian Permatasari
10313244018
Pendidikan Matematika Internasional


Dalam elegi di atas, segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat memilih jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat memilih keberadaannya. Tepat itu bersifat relatif. Tepat untuk kita belum tentu tepat untuk orang lain. Tepat yang sebenar – benarnya adalah milik Allah. Meskipun terkadang kita merasa tidak tepat ketika dihadapkan sengan sesuatu yang ditetapkan oleh Allah, pdahal yang Allah tetapkan kepada kita merupakan sesuatu yang tepat untuk diri kita. Allah jauh lebih mengetahui apa yang tepat untuk diri kita dibanding dengan diri kita sendiri dan selalu memberikan sesuatu yang tepat untuk hamba –Nya

Elegi guru menggapai siswa belajar

Dian Permatasari
10313244018
Pendidikan Matematika Internasional


Dalam memahami siswa, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, yakni belajar dan belajar. Belajar tentang hakikat siswa, hakikat sekolah, hakikat mengajar, hakikat belajar, hakikat matematika, hakikat matematika sekolah, hakikat mengajar, hakikat tanya jawab, hakikat metode pembelajaran, hakikat penilaian, hakikat ujian, hakikat menghukum, hakikat memberi bekal, hakikat motivasi, hakikat apersepsi, hakikat diskusi, hakikat kelompok, hakikat kompetensi, hakikat standar, hakikat silabus, hakikat rpp, hakikat alat peraga, hakikat sumber belajar, hakikat tugas, hakikat pr, hakikat kewajiban, hakikat kebutuhan, hakikat investasi, hakikat kontruktivis, hakikat konbtekstual, dan sebagainya. Belajar hakikat-hakikat tersebut akan sangat membantu kita dalam melaksanakan pembelajaran. Masih banyak kesempatan untuk belajar. Oleh karena itu, kita harus belajar seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya dan ketika telah menjadi pendidik, kita siap menghadapi pembelajaran yang sesungguhnya. Meskipun begitu, kita tidak boleh sampai berhenti belajar. 

Jargon para subyek

Dian Permatasari
10313244018
Pendidikan Matematika Internasional


Ada banyak sekali subjek dalam kehidupan ini. Antara subjek dan jargon saling berkaitan antara keduanya. Jargon dapat menjadi sumber keunikan atau sumber kekacauan bila tidak dikendalikan atau dikelola dengan bijaksana. Dalam tata penulisan kalimat subyek berarti yang bekerja. Sedangkan obyek berarti yang dikenai kerja. Oleh karenanya dalam hal ini subyek itu adalah orang yang bergerak aktif, misalnya seorang pembuat, penentu, pengemban, pemangku, pelaksana, pemelihara, pengawas, dan lain sebagainya. Kinerja subyek pun akan ditentukan oleh kinerja obyek. Oleh karenanya otoriter sikap subyek terhadap obyek haruslah dihilangkan.

Sabtu, 28 Desember 2013

Jargon Pertengkaran antara Subyek dan Obyek

Dian Permatasari
10313244018
Pendidikan Matematika Internasional


Dari Elegi Jargon Pertengkaran Standar dan Proses dapat diketahui bahwa semuanya yang ada di dunia ini pastinya memerlukan jargon. Standar memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai standar dan proses memerlukan jargon untuk melindungi dirinya. Standar dan proses adalah dua hal yang saling terkait, jika standar adalah subyeknya maka proses adalah predikatnya. Apapun yang terjadi pasti melalui suatu proses, dan proses yang ada pasti juga memiliki standar. Solusi terbaik adalah menterjemahkan dan diterjemahkan sehingga dapat saling memahami jargon masing-masing. Standar dan proses saling menterjemahkan dan diterjemahkan. Standar ada untuk mengatur proses, karena dalam pelaksanaan proses standar adalah pantauannya. Jadi seharusnya antara standar dan proses harus saling bersinergis.

Jargon Pertengkaran Tradisional dan Inovatif

Dian Permatasari
10313244018
Pendidikan Matematika Internasional

Dalam pembelajaran, apabila suatu sisi pembelajaran merasa bahwa dialah yang paling inovatif maka itu adalah kesombongan, karena bisa saja ia masih dianggap tradisonal oleh inovasi pembelajaran yang lebih inovatif. Begitu juga dengan pembelajaran yang lebih inovatif di atasnya ini juga tidak berhak mengklaim dirinya ke posisi inovasi yang terinovatif. Makukan improvisasi ke arah yang lebih baik merupakan upaya penginovasian pembelajaran yang sesungguhnya. Menerjemahkan dan senantiasa diterjemahkan akan sangat  membantu penyempurnaan ilmu yang tiada akan pernah sempurna. Karena kesempurnaan adalah hanya miliki Allah Sang Maha Sempurna.


Sabtu, 21 Desember 2013

Jargon Pertengkaran Guru dan Siswa

Dian Permatasari
10313244018
International Mathematics Education


Saya tertarik dengan kalimat bahwa guru itu adalah siswa dan siswa itu adalah guru. Guru adalah siswa ketika guru itu belajar dari tindakan-tindakan siswa atau ketika guru mendapatkan ilmu dari orang lain. Sedangkan siswa adalah guru ketika seorang siswa mampu mengkomunikasikan ilmunya atau tanpa sadar siswa tersebut memberikan ilmu yang bermakna kepada orang lain. Sebagai contoh, siswa akan menjadi guru ketika dia mengajari temannya.

Elegi Jejaring Stigma

Dian Permatasari
10313244018
International Mathematics Education


Stigma bagi seseorang belum tentu merupakan stigma bagi orang lain. Sebenar-benar hidup adalah stigma dan sebenar-benar stigma adalah hidup. Stigma bisa menjadi hal yang baik jika kita hanya menjadikannya sebagai pengetahuan kita dan mampu mengambil hikmah ataupun nilai baik sehingga kita bisa menjadi orang yang sopan terhadap pengalaman hidup orang lain. Namun yang terjadi kebanyakan pada kehidupan kita adalah stigma menjadi sesautu yang buruk karena kita terus menggunjingkannya.

Elegi Membongkar Mitos Teori Kemampuan Otak

Dian Permatasari
10313244018
International Mathematics Education

Otak manusia merupakan salah satu contoh kebesaran Tuhan. Setiap letak otak kita bisa mempunyai kemampuan masing-masing sesuai dengan pengalaman sehari-hari, pengalaman hidup, sosial, filsafat, agama, etnik. Banyak ahli yang telah mengembangkan teori tentang otak seperti bagaimana otak bekerja, kemampuan apa saja yang dimiliki otak, namun menurut teori mengenai otak masih akan terus berkembang karena masih banyak hal yang belum kita ketahui tentang otak. Dengan adanya otak, harusnya manusia berbeda dengan binatang. Dengan adanya otak, manusia mampu bernalar, dsb. Maha besar Allah yang telah menciptakan manusia dengan sempurna diciptakan dengan diberi otak dan pikiran. Semoga kita dapat mempergunakannya dengan sebaik-baiknya. Amin…

Kamis, 19 Desember 2013

Elegi Menggapai Nilai Diri

Dian Permatasari
10313244018
International Mathematics Education



Tujuan mencari ilmu adalan untuk diamalkan. Sesungguhnya perintah Allah SWT amalkan ilmumu walau hanya satu huruf yang kau bisa. Dan sungguh mulia bagi orang-orang mendo’akan murid-muridnya berilmu lebih dari apa yang dimilikinya. Ingatlah bahwa besok kelak semasa waktu habis di dunia justru yang ditanya adalah amalan ilmu itu sendiri. Ilmu itu bukan untuk diri kita sendiri, karena jika begitu ilmu itu akan hilang dan tidak akan menambah pahala. Tapi amalkanlah, bagikanlah kepada orang lain agar menjadi amal jariyah.

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 25: Kompromi antar Pure Mathematics dgn School Mathemastics (Jawaban untuk Prof Sutarto Bgn Keempat)

Dian Permatasari
10313244018
International Mathematics Education


Dari artikel ini saya juga menjadi tahu adanya Pure Horizontal Mathematics, dan Pure Vertical Mathematics, dan juga Pure Vertical Mathematics yang kemudian menjadi Pure Mathematics yang sering kita sebut-sebut sebagai produk dari Logicist-Formal-Foundationalist. Ada juga istilah baru yaitu Quasi-Mathematics, yaitu daerah yang berada diantara Pure Horizontal Mathematics dan Pure Vertical Mathematics. Dengan Quasi-Mathematics kita dapat mempertemukan Pure Mathematics dan School Mathematics. Quasi Mathematics mungkin bisa diartikan memberikan pemahaman tentang konsep sejak dini. Jadi siswa diberi pemahaman bahwa 3+4=7 itu benar pada umumnya, tetapi untuk mengembangkan pemahaman siswa tentang matematika guru perlu juga menjelaskan bahwa 3 pensil +4 buku tidak sama dengan 7 pensil atau 7 buku.

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 24: Solusi 3+4=7 kontradiktif? (Jawaban utk Prof Sutarto Bgn Ketiga)

Dian Permatasari
10313244018
International Mathematics Education


Adanya dua pandangan yang berbeda sebetulnya justru membuat kita jadi berpikir bagaimana mencari penyelesaian dan  jalan tengah antara dua pandangan  para logicist, Formalis dan faoundationalist dan pandangan para educationist. Yang langsung terjun dalam dunia pendidikan adalah para educationist maka seharusnya para educationist diberi kebebasan untuk mengelola pembelajaran di sekolah dan seharusnya para logicist, Formalis dan faoundationalist memberi dukungan dan kebebasan sepenuhnya. Jadi keduanya dapat saling mendkung, bekerja sama, serta saling melengkapi. Sehingga di harapkan dunia pendidikan khususnya pendidikan matematika menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 22: Apakah matematika kontradiktif(Jawaban untuk Prof Sutarto bagian keSatu)

Dian Permatasari
10313244018
International Mathematics Education


Pandangan tentang matematika dapat dibedakan menjadi 2 (dua) saja. Pertama, memandang obyek matematika sebagai IDE dalam pikirannya (Absolutism-Idealism-Platonism); kedua memandang obyek matematika di luar pikirannya (Intuitionism-Realism-Aristotelianism). Dan hal lain yang harus diperhatikan adalah para siswa sebagai pembelajar di sekolah, sehingga semua pihak harus menekan ego masing-masing dan menyesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan siswa. 

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 23: Logicist-Formalist-Foundationalist (Jawaban utk Prof Sutarto Bgn kedua)

Dian Permatasari
10313244018
International Mathematics Education


Meskipun siswa lebih cenderung ke arah ke Logicist-formalist-fondasionalist, tetapi sebagai calon pendidik kita harus merubahnya ke arah realistics Mathematics, kontekstualis, Psycho-mathematics, Psycho-therapist agar matematika yang dapat diterima dengan mudah oleh siswa. Itulah tantangan yang dapat dikatakan untuk berat seorang pendidik.

Selasa, 10 Desember 2013

Elegi Konferensi Para Keliru

Dian Permatasari
10313244018
International Mathematics Education


Kekeliruan dalam berbagai hal itu wajar dan lumrah. Tanpa adanya kekeliruan atau kesalahan, maka kebenaran itu juga tidak ada, karena tidak ada bahan pembandingnya, sehingga dengan keliru maka akan bisa berbuat benar. Manusia tidak pernah luput dari keliru. Jika kekeliruan dan kesalahan telah dibuat oleh manusia, selalu ada kerugian yang diakibatkan dari kesalahan atau kekeliruan tersebut. Oleh karena itu, dengan akal dan pikiran, manusia dapat menggunakannya untuk berpikir sesuai dengan hati nurani supaya dapat meminimalisir kekeliruan yang akan terjadi. Do’a harus selalu kita panjatkan, tak lupa kita juga harus berikhtiar, dengan begitu Allah akan melindungi kita.

Elegi Menggapai Dimensi

Dian Permatasari
10313244018
International Mathematics Education


Dalam 'Elegi Menggapai Dimensi', terdapat percakapan hewan, tumbuhan, batu, manusia, manusia yang memiliki pengetahuan, dan manusia yang memiliki bernurani dan pengetahuan. Dimensi seperti ukuran atau tingkatan. Perbedaannya terletak pada tingkatan – tingkatan dimensi yang didasarkaan atas sifat dan kodrat dari makhluk tersebut. Dimensi batu satu tingkat dibawah tumbuhan, dimensi tumbuhan satu tingkat dibawah hewan, dimensi hewan satu tingkat dibawah manusia biasa, manusia biasa satu tingkat dibawah manusia berilmu, manusia berilmu satu tingkat dibawah manusia yang bernurani dan berilmu, begitulah dimensi atau tigkatan yang relatif menurut obyek. Namun, dimensi tertinggi dan dimensi absolut adalah dimensi pencipta kita di dunia ini, Allah SWT.