Kamis, 07 Juli 2011

Keep Your Faith With Your Brotherhood

Sebuah kesedihan menghampiri di kala orang-orang sibuk berperang, sibuk dengan urusan pribadinya sehingga tak ada sedikitpun rasa peduli terhadap orang lain. Dimana perang, pertengkaran, dan kesalahpahaman telah menghancurkan sisi terbaik hati kita. Dimana letak keimanan kita saat itu? Lupakah kita pada Allah yang selalu menganjurkan kita untuk selalu menjaga hubungan ukhuwah? Lupakah kita bahwa ukhuwah adalah termasuk salah satu bagian penting dari iman kita? Semakin tinggi iman (faith) kita semakin baik juga ukhuwah (brotherhood) yang terjalin.

Betapa nikmatnya hidup bernafaskan iman kepada-Nya, betapa indahnya beratapkan Islam. Kedamaian dan ketenangan akan selalu mewarnai hari-hari kita, apalagi jika kita mampu menerapkan riwayat Rasulullah ini, “Tidak beriman seseorang dari kalian hingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya.” Dengan begitu, hidup kita akan lebih ramai karena hidup dengan banyak cinta untuk saudara dan dari saudara yang mencintai kita.
Dan ingatlah bahwa “Orang mukmin itu ibarat satu tubuh, apabila ada anggota tubuhnya sakit maka seluruh tubuh akan merasakan sakitnya.”Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa orang mukmim ibarat satu tubuh, satu sakit yang lain juga merasakan sakit. Kaki yang terantuk duri, maka mulut otomatis mengaduh dan tangan otomatis mengusap2 ke yang sakit, tanpa diperintahpun otak akan berpikir bagaimana supaya kaki kita yang kena duri tidak sakit lagi dan bisa sembuh. Oleh karena itu, dalam kehidupan seorang mukmin tak akan pernah lepas dari ukhuwah. Rasulullah pun selalu menganjurkan kita untuk senantiasa menjaga ukhuwah.
Ukhuwah (ukhuwwah) yang biasa diartikan sebagai “persaudaraan”, terambil dari akar kata yang pada mulanya berarti “memperhatikan”. Makna asal ini memberi kesan bahwa persaudaraan mengharuskan adanya perhatian semua pihak yang merasa bersaudara. Ukhuwah itu adalah sebuah ikatan antar umat muslim, dimana ikatan itu diikatkan oleh Allah. Ikatan itu adalah sebuah benang yang secara otomatis melingkar dan merangkai seluruh umat muslim menjadi kesatuan utuh. Tak akan ada kata segan untuk saling membantu, saling menghargai relativitas  masing – masing sebagai sifat dasar kemanusiaan, sehingga tidak ada tembok yang menjadi penghalang untuk saling membantu atau menolong karena diantara mereka terikat oleh suatu keyakinan dan jalan hidup yaitu Islam.
Di dalam Al Qur’anul Karimpun, Allah Azza wa Jalla berfirman, “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” Maka sudah sepantasnya, kita meletakkan persaudaraan diatas yang lainnya, mengutamakan ukhuwah diatas kepentingan pribadi. Bahkan saat kita melihat sejarah para sahabat pun, banyak yang memberikan teladan akan indahnya ukhuwah yang mereka jalani. Ingatkah kalian kisah Abdurrahman bin Auf ketika hijrah ke Yatsrib tanpa membawa sepeserpun kekayaannya dari Makkah, oleh seorang sahabat Anshar  beliau ditawari untuk mengambil sebagian hartanya, bahkan isterinya sekalipun akan diceraikannya dan akan dinikahkan dengan beliau. Juga kisah tiga orang sahabat pada perang Uhud, mereka lebih mengutamakan yang lainnya daripada dirinya sendiri yang sangat membutuhkan seteguk air dan akhirnya mereka semuanya syahid tanpa meminum air setetespun. Dan masih banyak lagi kisah indahnya ukhuwah diantara para sahabat yang kesemuanya mengajarkan pada kita betapa pentingnya nilai dari persaudaraan ini.
Para Nabi dan shiddiqin, orang-orang terdahulu dari umat ini, telah meninggalkan jejak pengorbanan yang luar biasa bagi kita. Namun dibalik kekuatan mereka dalam menghadapi segala tantangan terselip ukhuwah dan persaudaraan yang begitu erat diantara mereka. Ukhuwah yang akan membuat mereka kuat dan istiqomah di jalan Allah. Mereka tetap berada dalam naungan nikmat iman dan nikmat Islam dari Allah. Dalam Al Qur’an Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;
“Berpegangteguhlah kamu pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…”
Betapa indahnya saat kita menjaga ukhuwah karena Allah telah menyediakan tempat untuk kita bernaung di saat tak ada tempat bernaung selain naungan-Nya. Telah disediakan mimbar-mimbar dari cahaya untuk tempat orang-orang yang bersaudara karena Allah.
Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Semuanya tak luput dari salah. Apa yang terjadi adalah sunatullah. Itu diciptakan untuk menguji iman dan kesabaran kita. Ketika ada masalah baiknya diselesaikan secara musyawarah, tak ada gunanya bertengkar terus. Jangan jadikah kita sebagai budak hawa nafsu tapi kitalah yang harus mampu mengendalikan hawa nafsu itu. Perdamaian itu akan indah tanpa adanya pertengkaran, permusuhan, dan perselisihan. Tak ada salahnya sebagai saudara saling mengingatkan karena itu adalah tugas kita sebagai sesama muslim. Dengan menjaga ukhuwah, bukankah kita juga menjaga iman kita? Dalam hidup kita tak sendiri karena ada saudara-saudara kita, yang akan selalu mengingatkan kita jika kita salah, selalu menguatkan disaat kita lemah, selalu mendorong dari belakang jika kita mundur.
Bergandeng tangan, saling berpelukan merekatkan ukhuwah, ajak saudaramu untuk membangun kembali ukhuwah yang mungkin hampir retak. Tak ada lagi amarah di hati yang menjadikan ukhuwahmu retak. Jagalah iman kita dari segala hal yang mampu membuatnya goyah. Bukankah dengan kita menjaga ukhuwah kita sekaligus menjaga iman kita? Dan bukankah ukhuwah itu indah?

CARA MUDAH BELAJAR MENCINTAI MATEMATIKA


Matematika merupakan pelajaran yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang. Hal ini membuat pelajaran yang satu ini dibenci oleh banyak orang. Padahal pelajaran ini benar benar berguna bagi kehidupan kita sehari hari, bahkan bagi orang biasa sekalipun. Para pedagang, tukang Las, tukang bangunan bahkan tukang parkir pun butuh matematika untuk menghitung uang recehan yang ia dapatkan dari pengendara yang memarkirkan kendaraannya. Matematika adalah kunci dari semua pelajaran sains, baik itu Fisika, Ekonomi, Akuntansi dan Kimia karena pelajaran tersebut tidak akan dapat kita pahami tanpa mempelajari terlebih dahulu dasarnya yaitu matematika. Namun yang jadi permasalahan sekarang adalah, bagaimana cara belajar yang baik agar kita dapat menguasai ilmu matematika ini? Harus diingat bahwa tidak cara mudah untuk menguasai matematika ini. Yang ada adalah Cara yang benar dalam belajar matematika. Dibutuhkan kesabaran dan kegigihan yang tinggi untuk berusaha, tapi dengan niat yang kuat saya yakin kita bisa menguasai pelajaran matematika. Ada beberapa tips yang bisa kita tempuh agar kia bisa menguasai Matematika:
1.       Luruskan Niat
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah "Meluruskan Niat" dalam belajar matematika, janganlah kita belajar matematika hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus sebagai syarat lulus mata ujian Matematika. Karena hal ini berarti jika kita telah melewati ujian/test, maka kita akan meninggalkan dan melupakan materi yang telah kita pelajari tersebut. Niatkan belajar matematika untuk menambah pengetahuan kita. Karena dengan belajar matematika, daya nalar otak kita akan terasah dengan baik sehingga mudah untuk menerima pelajaran yang lainnya. Ingat sekali lagi, jangan hanya berorientasi kepada Hasil ujian, tapi berorientasilah pada Proses belajarnya..
2.       Kenali, pahami lalu Cintai keindahan matematika
Point ini merupakan poin yg paling penting dalam belajar matematika. Akan sangat mudah mempelajari sesuatu jika kita mencintainya terlebih dahulu. Bagaimana mau mencintai matematika jika kita tidak mengenalnya? maka langkah kedua adalah kita harus mengenal apa itu matematika, apa fungsi matematika bagi kehidupan sehari hari. jika kamu sudah mengenalnya, maka kamu akan tahu bahwa matematika memang sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari, contoh sederhananya, ketika tukang bangunan membuat sebuat Fondasi rumah, maka dia harus menghitungnya secara teliti agar pondasinya tidak timpang, maka digunakanlah beberapa rumus matematika. bahkan ketika kita menghitung uang jajan kita, maka kita harus menghitungnya menggunakan matematika bukan? Sungguh tak mungkin kita bisa hidup jauh dari matematika. Maka Tanamkanlah dalam pikiran kita bahwa matematika itu sesuatu yang berguna, indah, menarik dan sebagai teka-teki yang menyenangkan untuk dipecahkan. Jika kita telah mencintainya, Semua rumus yang kelihatannya rumit tiba tiba akan menjadi mudah untuk dipelajari. Begitulah kekuatan cinta, bahkan kotoran kucing pun bisa jadi kue coklat
3.       Berdoa
Sebelum kita memulai mempelajari matematika, ada baiknya kita berdoa agar Tuhan memberi kemudahan bagi kita untuk memecahkan setiap persoalan yang terdapat di materi yang kita pelajari. Bukankah Tuhan itu Maha Pintar? Maka mintalah kepada-NYA sedikit kepintaran-NYA agar kita bisa memahami materi yang kita pelajari. Selain itu agar kita tetap konsisten dalam belajar dan gigih dalam berusaha, serta tidak mudah putus asa dalam belajar. Jadi doa ini juga termasuk hal yang penting
4.       Banyak Latihan dan Belajar
Tiga point diatas akan sangat tidak berguna jika ujung ujungnya kamu tidak mengambil langkah untuk segera belajar dan banyak latihan dengan rajin dan KONSISTEN. terkadang ada masanya kita semangat sekali untuk belajar, namun ada juga masa masa ketika malas sekali untuk belajar. Maka disini butuh kedisiplinan serta kekonsistenan dalam mempelajari matematika. Dalam 1 hari Tidak perlu meluangkan terlalu banyak untuk belajar, cukup sedikit waktu namun tetap kontinyu dan konsisten. Matematika adalah ilmu hitung, tentu akan semakin baik belajar ilmu hitung dengan berlatih menghitung dengan rajin. banyakin latihan membahas soal-soal, karena jika kita sudah terbiasa, maka akan mudah bagi kita untuk menyelesaikan soal yang sama di kemudian hari. Selain itu hal tersebut juga bisa membuat pemahaman kita kepada matematika semakin mendalam.
Setidaknya ada 6 tahap cara belajar yang baik:
a.            Pahami Materi dengan rumus rumusnya
b.           kelompokan rumus rumus yang ada
c.            mulai mengerjakan soal-soal yang ada pembahasannya
d.           kerjakan soal tadi tanpa liat pembahasan
e.           kerjakan soal lain yang tipenya sama.
f.             Terus berlatih soal-soal yang lain.
g.     Jangan hanya belajar dari satu buku, karena biasanya ada buku yang tidak menjelaskan persamaan secara detail sehingga susah untuk dipelajari. Jadi disarankan agar mencari buku referensi yang lain agar semakin mudah dalam mempelajari.
tips: jika mengerjakan soal pilihan ganda... pertama baca dulu sebagian jawaban... lalu baca pertanyaannya... lalu lihat lagi jawabannya semuanya...baru cari jawabannya (dengan cara ini... kamu akan tahu maksud soal itu)
5.       Tiada kata "Aku Tak Bisa" dan "Putus Asa"
Putus Asa merupakan penyakit yang paling sering ditemui setiap orang ketika berusaha untuk mendapatkan sesuatu. Ketika kita belajar matematika, hindarilah sejauh mungkin kata putus asa, ketika kita menemukan soal yang rumit,maka segera minta bantuan ke guru matematika atau ke teman yang sudah memahami. sebisa mungkin jauhkan diri dari mengucapkan kata "Aku Tak Bisa" karena hal tersebut hanya memperburuk keadaan, ketika kamu merasa bahwa kamu tidak bisa mengerjakannya, maka katakanlah "Aku Pasti Bisa"!! Berilah semangat motivasi untuk diri sendiri, karena setiap permasalahan pasti ada pemecahannya..
6.       Sabar
Sabar dalam belajar, sabar dalam memecahkan persoalan, sabar dalam melaksanakan segala sesuatu, orang sabar disayang Tuhan..
Tips tips diatas berguna sekali dalam memahami cara belajar matematika yang baik. Kita juga harus mengetahui Cabang Matematika yang sangat perlu kita kuasai. Beberapa cabang yang cukup mendasar dan bermanfaat luas dalam pengembangan ilmu Matematika:
a.       Arimatika. Semua hal tentang tambah, kurang, kali, bagi. Cabang Matematika yang paling sering digunakan dalam hidup ini, bahkan oleh orang yang tidak suka Matematika sekalipun!
b.      Geometri. Ilmu yang membahas bentuk, bidang, dan ruang suatu benda (terutama luas dan volume). Insinyur dan arsitek yang kompeten pasti menguasai cabang Matematika ini.
c.   Aljabar. Manipulasi operasi arimatika untuk mencari suatu nilai yang tidak diketahui (biasanya dinyatakan dalam variabel x dan y). Ahli komputer dan programming termasuk mereka yang wajib menguasai aljabar. Bahkan ketika kecil, Einstein mulai belajar matematika dari Aljabar ini.
d.      Trigonometri. Cabang matematika yang didedikasikan untuk mempelajari semua properti pada segitiga (terutama sudut dan sisi) beserta manipulasinya. Trigonometri juga harus dikuasai oleh para insinyur dan arsitek.
e.      Kalkulus (deret, limit, turunan, differensial, dan integral). Cabang matematika yang WAJIB dikuasai ilmuwan dan insinyur. Ilmu kalkulus mempelajari laju perubahan sesuatu, penjumlahan sesuatu yang banyak sekali menuju suatu nilai pasti, sampai pendekatan yang luar-biasa akurat untuk menghitung sesuatu yang "nyaris" mustahil dipecahkan untuk dihitung menggunakan operasi matematika biasa.
 

Rabu, 15 Juni 2011

Lessons from The Ant


Consider about ant, one of the smallest animals that became the greatest teacher for people.

A : Attitude of Initiative
Although Ants work without a leader, but they always ready to do the jobs
N : Nature of Integrity
Ants always work with diligently and faithfully.
T : Thirst for Industry
Ants are hard workers who are very productive
S : Source of Insight
Ants think ahead, prepare lunch for the upcoming season

So if we want to learn from the ants, we would be wise.

Pdt. Drs. Daniel Arief S., DPM

Senin, 06 Juni 2011

MATHEMATICS EDUCATION IS ME


I say to you, “Mathematics Education is me.” Hmmm, what do you think?

Yeah, mathematics education is me, because I’m student of mathematics education in Yogyakarta State University. So what do you thinking now?
Now, I have communicate with mathematics education. Especially with calculus, algebra, logic, axiom, theorem, education science etc. Mathematics Education is our menu every day. Maybe, mathematics like a monster that makes our life horrible and makes our head dizzy with the number, number, and number or with the puzzle that cannot solve. Mathematics Education and I cannot be separated because mathematics education is me.
One day, two day, . . . every day, I always with mathematics education because all of my course is have relationship with it. Sometime, I feel so boring but I try to love mathematics Education. Do you ever love some one? What do you feel? Happy, isn’t it? You must do like this when you always with mathematics education. We must try to love it. We must throw away our negative thinking, be positive thinking with mathematics education, now. If you love mathematics, it will be look so easy. Alternatively, we can start to thinking that mathematics is a hero that help us to count, build home, read a time on a clock, and etc. So without our hero we cannot do anything.
In communicated with mathematics, I cannot abjure that we have many problem. Sometime, I feel jealous because the other one can be more competent when he or she solves mathematics. Nevertheless, don’t be jealous, but I must show that you solve it too. Why not? I believe that all of the students have same competent to solve it, so I can solve it too. I make my jealous as my motivation to learn especially learn about mathematics education. If they can, why I cannot?
Moreover, if you have problem with mathematics education especially in mathematics, be calm please. We cannot solve mathematics with emotion. Any problem in mathematics have the right answer, it can be no solution, many solution, or exactly one solution. However, be careful, if you can the problem. There are 2 probability. The first, you can solve because the problem is wrong or the second, you can solve because you don’t understand what the problem want. If you have the first probability, so analyze what wrong the problem. If you have the second problem, I think that you must add your frequently to communicate with mathematics. Mathematics doesn’t want to understand your difficulty, but it want you to understand mathematics. You must have communicated with it, a bit by bit so you can be familiar with problem of mathematics. If you familiar with it, you can solve anything problem of mathematics, but don’t forget to always communicate with mathematics.
Me and mathematics education, oh, sometime I feel so bored with it. Any one can help me? I feel so bored when I have a meeting with mathematics education, especially with mathematics. Why? Because some thing that I can look in its heart just number, number and number. Ehmm, maybe I must be creative when I learn about it. First, try to make our note color full. Second, maybe you can try mathematics game. Mathematics game is so useful and pleased. It can make our mind fresh when we are bored. It is also as a method of learning mathematics education. It is just some thing that you can do. You can do anything when you’re bored. Remember, don’t hate mathematics!
Mathematics Education always fills my life with all of the sensation when I communicate it. Sometime, I think that mathematics is so easy but in another part, mathematics is so difficult. This is the sensation of learning mathematics. Mathematics not only needs our rapidity but also our carefulness and our ability to understand the problem. If we want to solve the mathematics problem, first, we must try to understand the problem. Then, find the method to solve it. In addition, be careful when we do it. Not only it, but also mathematics education give me more knowledge to understand someone, so if we become a teacher, we can apply it to our student.
There are no reasons not to love mathematics education. Mathematics education especially mathematics is very useful for our daily life. It is completing our live because it always makes our work easily especially for counting. Mathematics is mother of science, so mathematics helps us to develop their knowledge in other science. Mathematics education and me complement each other. So let us, enjoy communicate with mathematics education, and make a meeting with number, number, and number. And keep in our mind that mathematics is so benefit in our life.  

Kamis, 26 Mei 2011

THE PARADIGM OF TEACHING MATHEMATICS NEED TO CHANGE


Mathematics is the mother of science, so it is studied and applied by all of the lesson. All of the people also studied it, from the younger people until the older people. Every level of schools studies about it, since entering elementary school, junior high school, senior high school, until university. After we graduate from university, we still need mathematics. We cannot escape from mathematics because mathematics is so important to be study.

Let’s start with the question about the nature mathematics! First, we must know about the nature of mathematics. What is it?  Start with the meaning of mathematics. The mathematician can define the meaning of mathematics through the history. Philosophers define mathematics to the simple mathematics and prove it, and it builds systematically as the system that develops as formal mathematics. Mathematics for university consists of system, axiom, definition, n making theorem. Moreover, the nature of mathematics is how to make someone not bore with it and it can plant mathematics for mathematics.
Many problem that showed for us as the teacher, the problem is how to develop or to build communication with the students. Mathematics for the younger student and older student is different. Younger student think about something concrete and the older people think about something abstract. It is so different between mathematics in university and mathematics in school. In university, they learn about something abstract and it developed with the axiom and a lot of proof. In contrast to mathematics in school, they learn not to prove, they learn about something concrete, daily objects, and example.
The other problem is if we are a teacher and we must teach about mathematics, we need to adapt or to know the psychology of our student. As a teacher, we must adapt the student’s world. This is some example why we must know the student’s world, if parent say like child, so it’s caused the parent want to understand the children’s world, or the designers must know about girl’s fashion to know the girl’s world so they can design some thing that girl like. If the teachers cannot adapt, they will be avoided.
According to Ebutt and Straker (1995), teachers do not use axiomatic mathematics definition, but they must use mathematics as school mathematics. With this definition, the student will like mathematics. The following is the nature of School Mathematics by Ebutt and Straker :
1.       Mathematics is a search of pattern or relationship
In this point, the student should be motivated to determine their pattern or relationship between in material to the other material. Therefore, the students have a freedom to determine their own pattern or relationship with their method. In the last, the student will be more understanding with the teacher’s explanation.
2.       Mathematics is problem solving activity
What is the goal learn mathematics? The goal of learning mathematics is to find the solution of each problem. As we know that mathematics happen in daily life situation, inevitably and in real life situation, pencil and paper do not always come in handy. So learning must be meaningful, so number should be make useful and sense. But remember when the students solve the problem, they have another way to solve it. So these activities is useful to develop the student’s thinking.
3.       Mathematics is investigation activity
What do you think about mathematics as investigating activity? It means that to solve the problem of mathematics, we must investigate it. When investigating it, the students have many ways to solve the problems. They use their pattern or relationship that it depends of their understanding about the material. So this activity will develop the student’s creativity, so many ways that they can use. These activity can make the student think that mathematics is so easy and not rigid or limited with one ways, but mathematics can be solve with many ways.
4.       Mathematics is learning of communications
Mathematics as learning of communications works to:
a.       Encourage students to make examples of the nature of mathematics
b.      Encourage students to explain the nature of mathematics
c.       Encourage students to justify the need for mathematics
d.      Encourage students to discuss mathematical problem
e.      Encourage students to read and write mathematics
 According to the nature of school mathematics in above, teacher must know about the nature of student learn mathematics. So what is it?
1.       Mathematics students learn effectively is by  good motivation and perception
How can the student get a good motivation and perception? It depends of the teaching method. The teacher must inspire, challenge and stimulate the students by the teaching method. However, we must know the psychology of our student because students have different character so the teacher must different way to be motivated each students.
To encourage students to become self-motivated independent learners, the teacher can do the following: 
a.       Give frequent, early, positive feedback that supports students' beliefs that they can do well.
b.      Ensure opportunities for students' success by assigning tasks that are neither too easy nor too difficult.
c.       Help students find personal meaning and value in the material.
d.      Create an atmosphere that is open and positive.
e.      Help students feel that they are valued members of a learning community.
2.       Students learn mathematics individually
Students examine their own mathematics. He studied according to his understanding. Sometimes he is abstracting events in everyday life into the concept of mathematics. Every student has different ways of learning mathematics. It can be seeing directly when the students solve with a case of mathematics. It will be looked different way of solving the problems between students with the other students. This is not blame for mathematics is essentially investigative activity.
3.       Students learn mathematics in collaboration with the other
Learning mathematics with the other can make us more expected to understand math. In-group, the students can exchange their ideas and if they have some problem, they can solve it together.
4.       Students learn mathematics contextually that bound by space and time
Students will be better understand math if teachers pass them contextually. Young student learn about something concrete and daily living that close to them. With the experience, they develop their ability to understand abstract concept, axiom, prove, reason logically, manipulate symbol and generalize. Teacher can give the example that close to daily live so the student know the application of mathematics in daily live not only just calculate the formula.
So what the teachers need to teach their student? They need the paradigm of teaching

The old paradigm of teaching
©       transferring knowledge from teacher to student
©       filling passive empty vessels with knowledge
©       classifying students by deciding who gets which grade and sorting students into categories
©       conducting education within a context of impersonal relationships among students and between teachers and students
©       maintaining a competitive organizational structure
©       assuming that anyone with expertise in their field can teach without training to do so


Constructivism : constructing meaning and making sense of numbers

The new paradigm of teaching
©       knowledge is constructed, discovered, transformed, and extended by students
©       students actively construct their own knowledge
©       teacher effort is aimed at developing students’ competencies and talents
©   education is a personal transaction among students and between teachers and students as they work together
©       all of the above can only take place within a cooperative context
©       teaching is assumed to be a complex application of theory and research
©       that requires considerable teacher training and continuous refinement of skills and procedures

The differences between the old paradign and the new paradigm is like the table below
Factor
Old paradigm of teaching
New paradigm of teaching
Knowledge
Transferred from faculty to students
Jointly constructed by students and faculty
Students
Passive vessel to be filled by faculty’s knowledge
Active constructor, discoverer, transformer of own knowledge
Faculty purpose
Classify and sort students
Develop students’ competencies and talents
Relationships
Impersonal relationships among students and between faculty and students
Personal transactions among students and between faculty and students
Context
Competitive/individualistic
Cooperative learning in classroom and cooperative teams among faculty
Assumption
Any expert can teach
Teaching is complex and requires considerable training

With the differences, we can know that the new paradigm is more effective that the old paradigm, so what do you think again. Let's to use the new paradigm.....
References :